Dokter Blog: from the desk of Rahajeng Tunjungputri

Medicine et cetera by @ajengmd

Sindroma Pierre Robin

Dalam sebuah ujian dengan konsulen muncul pertanyaan, “Apa itu sindroma Pierre Robin?”

Setelah mencari referensi, ternyata…

Sindroma pierre robin adalah sekelompok kelainan yang terutama ditandai dengan adanya rahang bawah yang sangat kecil dengan lidah yang jatuh ke belakang dan mengarah ke bawah. bisa juga disertai dengan tingginya lengkung langit-langit mulut atau celah langit-langit.

Penyebab yang pasti tidak diketahui, bisa merupakan bagian dari sindroma genetik.

Gejalanya berupa:

–          rahang yang sangat kecil dengan dagu yang tertarik ke belakang

–          lidah tampak besar (sebenarnya ukurannya normal tetapi relatif besar jika dibandingkan dengan rahang yang kecil) dan terletak jauh di belakang orofaring

–          lengkung langit-langit yang tinggi

–          celah langit-langit lunak

–          tercekik/tersedak oleh lidah.

Bayi harus ditempatkan pada posisi membungkuk sehingga gaya tarik bumi akan menarik lidah ke depan dan saluran udara tetap terbuka.

Pada kasus yang agak berat perlu dipasang selang melalui hidung ke saluran udara untuk menghindari penyumbatan saluran udara.

Pada kasus yang berat, jika terjadi penyumbatan saluran udara berulang, perlu dilakukan pembedahan. kadang perlu dilakukan trakeostomi.

Menyusui atau memberi makan harus dilakukan secara sangat hati-hati untuk menghindari tersedak dan terhirupnya cairan/makanan ke saluran udara,

Tersedak dan gangguan pemberian makan/susu akan berkurang secara spontan, sejalan dengan pertumbuhan rahang.

Dr. Rahajeng

Advertisements

Filed under: miscelaneous, ,

Abses perimandibular, submandibular dan pterygomandibular

Abses perimandibular adalah abses yang berlokasi pada margo mandibula sampai “submandibular space”, merupakan kelanjutan serous periostitis.

Patofisiologi : Proses supurasi yang mencari jalan keluar ekstraoral dan terlokalisir di  antara margo inferior mandibula sampai submandibular space.

Pada pemeriksaan didapatkan:

Keadaan umum:

–          Lemah, lesu, malaise

–          Demam

Pemeriksaan Ekstra oral :

–          Asimetri wajah

–          Tanda radang jelas

–          Trismus

–          Fluktuasi +/-

–          Tepi rahang tidak teraba

Pemeriksaan intra oral:

–          Periodontitis akut

–          Muccobuccal fold normal

–          Fluktuasi (-)

Abses submandibular adalah abses yang berlokasi pada submandibular space.

Submandibular space memiliki batas inferior fascia profunda dari hyoid sampai mandibula, batas lateral corpus mandibula, dan batas superior mukosa dasar mulut.

Keadaan umum:

–          Lemah, lesu, malaise

–          Demam

Pemeriksaan Ekstra oral :

–          Asimetri wajah

–          Tanda radang jelas

–          Fluktuasi +

–          Tepi rahang teraba

Pemeriksaan intra oral:

–          Periodontitis akut

–          Muccobuccal fold

–          Fluktuasi (-)

Abses pterygomandibular adalah abses yang terjadi pada “petrygomandibular space”. Abses dibatasi di bagian medial oleh M. pterygoideus dan lateral oleh ramus mandibula.

Klinis: nyeri telan, trismus +/-, bengkak EO tidak nyata

Intraoral: Fluktuasi (+)

Dr. Rahajeng

Filed under: miscelaneous, ,

png twitter

Follow my Twitter @ajengmd

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Disclaimer

Medicine is a growing field, and information presented here is reflective of the time of posting. Please refer to your physician for direct medical consultation. My views do not reflect those of my employers. --
Regards, Rahajeng

%d bloggers like this: